Sabtu, 17 Desember 2011

Ibu : Anugerah Terbesar dalam Hidup

Kalau Anda membuat kartu kredit atau membuka tabungan di bank, salah satu identitas yang diminta petugas bank adalah nama ibu kandung, jika Anda belum menikah. Ini menjadi keistimewaan dan kebanggaan tersendiri. Mengapa harus nama ibu kandung? Barangkali Anda yang bekerja di bank punya alasan sendiri yang lebih akurat. Tapi paling tidak kita bisa menarik hikmah bahwa untuk mengidentifikasi seseorang diperlukan nama orang tua, nama ibu khususnya. Ibu seseorang tidak akan tertukar dan tidak bisa ditukar. Hal itu bersifap given  (diberikan). Manusia tidak memiliki kuasa apa-apa untuk memilih siapa yang menjadi ibunya. Mau tidak mau, manusia harus menerima.
Ketika menyebut nama ibi kandung Anda, pasti ada yang terdesir kencang di hati. Ya, dialah manusia terbaik yang selalu punya energy untuk anak-anaknya. Dialah manusia pilihan Allah untuk menjadi perantara hadirnya Anda di bumi ini karena dialah manusia terbaik yang diciptakan-Nya untuk Anda. Dia banyak berkorban untuk Anda. Ketika dalam kandungan, Anda sebagai jabang bayi begitu menyusahkan sehingga tidur sang bunda pun serba salah. Mau terlentang berat, miring pegal, tengkurap tidak mungkin…….
Tapi, lihatlah ekspresi sang bunda! Walau susah dan berat semakin bertambah, ia menjalani dengan iklas. Tak sedetik pun ia mengeluh. Sungguh, Dialah manusia pilihan Allah untuk menjadi perantara hadirnya Anda di bumi ini. Karena dialah manusia terbaik untuk Anda. Dia sumur cinta dan Kasih Sayang untuk Anda, anaknya, yang bersedia merawat, menjaga, dan memberikan apa yang terbaik, mengorbankan segala untuk Anda. Bahkan, ada ibu yang mengorbankan nyawa dan harga diri demi anaknya.
Dalam tulisan ini, saya ingin mengatakan pada Anda semua, duhai Sahabat, berbahagialah dengan orang tua yang Allah berikan kepada Anda. Bersyukurlah Anda masih dilimpahi dengan kasih sayang. Bandingkan ibu Anda dengan ibu-ibu yang lain. Ada yang tega membuang anaknya, ada yang tega menaruh di panti asuhan, lebih jauh, bahkan ada yang gelap mata sehingga kandungan atau membunuh anaknya. Sementara ibu Anda, sepenuh hati, cinta ia merawat Anda tumbuh kembang hingga seperti saat ini.
Ahamdulilah . . . . puji syukur pada-Mu ya Allah yang telah memberikan ayah dan ibu sesempurna ini

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

NAMA